Social Icons

Jumat, 30 Oktober 2020

Narasi Pemimpin Muda untuk Indonesia

Gelap
Jelang fajar yang berpijar terang
Saat embun meninggalkan daun

Dalam hiruk pikuk subuh yang mengejar senja

Engkau diam dalam zikir dan pikir
Mengeja
Menghitung
Membaca sebuah narasi bangsa

Mengalir dari titik nadir
Membuat detak jantungmu berdesir

Apakah engkau akan sampai di sana?

Menuju jejak perjalanan keabadian
Bernama kesetiaan dalam kedigdayaan bangsa

Engkau membaca
Napak tilas tiga setengah abad
dan kejayaan masa lalu

Harumnya nama bangsamu
Dalam titah raja-raja
Samudera Pasai, Sriwijaya, hingga Majapahit

Engkau dengar kisah
Sang pelopor
Sang pejuang
Sang Pencerah
Sang Pendiri bangsa

yang meski sejalan bergandengan tangan
Menjinakkan ego yang berpetualang dalam keragaman perbedaaan yang harus satu
Bhinneka Tunggal Ika

Demi nusantara yang berdiri tegak di antara bangsa-bangsa dunia

Setelah terseok sekian lama dalam penjajahan yang merajalela

Wahai Pemimpin muda bangsa
Hari ini engkau harus lunasi janjimu

Dalam sebuah narasi Indonesia Jaya hingga titik tanpa koma

Narasi tentang kesetiaan, cinta, dan baktimu pada negeri
yang mengalir dalam denyut nadi dan darahmu
Membayangkan senyum anak-anak bangsa yang unggul sejahtera

Menuju masa depan gemilang, cemerlang membentang
Di negeri khatulistiwa

Wahai engkau sang pejuang
Pemimpin muda masa depan bangsa
Rakyat menunggumu di depan mengambil estafet kepemimpinan
yang harus kau rekonstruksi ulang
Eja ulang dua dinding batinmu
Eja rasa dan asamu

Rasa cinta baktimu pada negeri ibu pertiwi
Asah semangat juangmu yang menggelora
tertempa tak berhenti

Sanggupkah Engkau menjadi calon pemimpin bangsa terpilih
Di negeri ini

Bacalah sebaris narasi
Engkau mengerti tentang sejarahmu sebagai anak negeri

Karena Engkau terlahir dari rahim
keberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan harapan

Jangan engkau diam dalam kelam
Terlena mencari kata kunci

Bacalah sandi
Pecahkan teka-teki sebuah narasi

Pemimpinku
Hari ini engkau harus lunasi janji

Membangun sebuah narasi Indonesia menuju harapan baru

Narasi tentang kesetiaan, cinta, dan baktimu pada negeri

Semoga mengalir dalam denyut nadi dan darahmu
Menuju Indonesia abadi

Istana Negara, Jakarta 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Kata-kata Bijak

Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudra yang tenang, tapi ia akan dilahirkan dari samudra yang penuh terpaan badai, gelombang dan topan. (D. Farhan Aulawi)

Bercita-citalah setinggi langit, karena kalaupun engkau jatuh, engkau masih duduk di antara bintang-bintang. (Anonim)

Banyak hal yang dapat diselesaikan dalam satu hari, sayangnya, hari itu kita perlakukan sebagai hari esok. (Anonim)

Manusia dapat hidup empat puluh hari tanpa makan, sekitar tiga hari tanpa air, sekitar delapan menit tanpa udara, tapi, hanya satu detik jika tanpa harapan. (Hal Lindsey)

Visi tanpa aksi seperti mimpi di siang bolong. Aksi tanpa visi adalah mimpi buruk. (Peribahasa Jepang).

Ketika muda, tidak ada bintang, tidak ada pacar, dan kalau gagal bisa mencoba terus. (Richard Branson)

Jika anda dapat memimpikannya, maka anda akan dapat melakukannya. (Walt Disney)

Sukses itu sulit, tapi lebih sulit lagi kalau tidak sukses. (Akbar Kaelola)

Sample Text

coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................

Sample Text

coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................
 
Blogger Templates