Sabtu, 14 Mei 2022
Ngalap Berkah
Ngalap Berkah
Pantaslah kalau Tuhan bersumpah demi waktu, karena ia berjalan begitu cepat seperti hembusan angin, berlalu tanpa bekas, yang tersisa hanyalah usia yang kian merenta.
Seperti baru kemarin saja, memori tentang 'nyantren' ala attaqwa terngiang-ngiang. Banyak penggalan cerita, yang telah hilang, kami mencoba menyusunnya seperti puzzle di pikiran masing-masing., kelak ini berguna untuk berbagi cerita kepada anak cucu.
Dimulai dari ziarah ke makam almaghfurlah allahu yarham KH. Mahya bin Husen. Lalu ke makam almaghfurlah engkong Kiyai Noer Alie. Setelah itu berlanjut silaturahmi ke guru-guru yang dulu pernah mengajarkan kami, bahkan 'menziarahi' makam guru muda yang sudah meninggal, hingga terakhir sampai ke kp. Tambun Rengas, kediaman guru kami, ini adalah _end point_.
Beragam kisah, cerita, humor, bahkan motivasi kami dengarkan secara khidmat, menambah kekuatan sinergitas _(sinergity power)_ di antara kami. Do'a-do'a dipanjatkan dari orang-orang sholeh ini, menyembul dari bibir-bibir yang selalu basah oleh lantunan zikir, ngalap berkah.
Maka, ada kata bijak _"Jika kalian tak 'mengenali' orang yang pernah mendidikmu, kelak kau tak akan pernah dikenal oleh manusia manapun di bumi."_
Untuk para guru _"matta'anallah bithuli hayatihim wa bibarakati ulumihim, fiddaroini. Aammiin"._
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar