Sabtu, 05 Juni 2021
MENJAUHI SEGALA AMALAN BID'AH
*MENJAUHI SEGALA AMALAN BID'AH*
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَاَ نَّ هٰذَا صِرَا طِيْ مُسْتَقِيْمًا فَا تَّبِعُوْهُ ۚ وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah...! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.
Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa."
(Q.S. Al-An'am 6 : 153)
*Bid'ah ada dua macam* :
Dalam hadits Nabi yang shahih disebutkan :
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Barangsiapa yang membuat sunnah hasanah dalam Islam maka dia akan memperoleh pahala dan pahala orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Dan barangsiapa yang membuat sunnah sayyi’ah dalam Islam maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun”
(H.R Muslim).
Makna sunnah dalam konteks diatas, Imam An -Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan istilah “sanna sunnah hasanatan” sebagai memulai kebaikan (al-ibtida’ bil-khairat) sedangkan “sanna sunnah sayyi’ah” sebagai memulai/membuat-buat berbagai kebatilan dan keburukan (ikhtira’ al-abathil wal-mustaqbahat). Hal ini berarti kata sunnah di situ bukanlah sunnah Rasulullah, tetapi hal baru secara umum yang memang adakalanya baik dan adakalanya buruk
(An-Nawawi, Syarah Muslim)
*1. Bid’ah Hasanah*
Bid'ah hasanah adalah bid’ah yang baik. Artinya, meskipun mengada-ada atau melebih-lebihkan, perbuatan tersebut tidak bertentangan dengan Qoidah - qoudah dasar Al Quran, hadits, ijma’, Qiyas.
Salah satu contoh bid’ah Hasabah adalah kisah yang termaktub dalam sebuah hadits. Diriwayatkan dari Umar bin Khatab, beliau berkata tentang sholat tarawih yang mana ia berijtihad untuk melaksanakannya di Masjid Nabawi dan menugaskan Ubay bin Ka’b untuk menjadi imam. Padahal, sebelumnya orang mengerjakannya secara terpisah atau masing - masing.
Kemudian, Umar r.a mengumpulkan orang-orang tersebut utk shalat tarawih dengan denfan berjama'ah.
Saat melihat kesatuan jama'ah yang padu dan barisan yang rapih di belakang seorang imam, Umar berkata, “Ini adalah sebaik-baik bid’ah.”
*2. Bid’ah dholaalah/bid'ah sayi'ah*
Kebalikan dari bid’ah hasanah, bid’ah dholaalah/bid'ah madzmumah atau bid’ah tercela.
Banyak sekali contoh perbuatan bia'h diantaranya :
1. Datang kekuburan, minta kepada ahli kubur
2. Membuat sesajen dipersembahkan kepada nenek moyang yang sudah meninggal dll.
Diantara hadits tentang bid'ah :
Hadits 1
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits 2
Rasulullah saw. Bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak”
(H.R. Muslim)
Hadits 3
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad saw. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan”
(H.R. Muslim)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar