Minggu, 04 Oktober 2020
Ta'ammulat
*Ta’ammulat Qur’aniyah (112)*
_Ust. Aunur Rafiq Saleh Tamhid_
قال الله تعالى:
وَاِذِ ابْتَلٰۤى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ
_"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia. Dia (Ibrahim) berkata, Dan (juga) dari anak cucuku? Allah berfirman, (Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim."_
(Al-Baqarah: 124)
• Memilih pemimpin harus mempertimbangkan track record yang sudah teruji integritas dan kapasitasnya. Allah mengangkat Nabi Ibrahim as menjadi pemimpin setelah mengujinya dan terbukti lulus menjalani ujian tersebut.
• Antara pemimpin dan rakyat saling mencerminkan keadaannya. Kwalitas pemimpin mencerminkan kwalitas rakyatnya. Sebaliknya, jika tubuh (rakyat) berjalan sempoyongan maka itu pertanda kepalanya sedang sakit.
• Negara ibarat tubuh, jika kepala sudah tidak merasakan apa yang dialami tubuh maka tidak lama lagi akan jatuh terkapar.
• Kepemimpinan yang tidak mendapat simpati dari hati rakyat adalah kepemimpinan palsu, sehingga banyak mendapat kutukan dari rakyat dan hilang berkah kepemimpinannya (Shahih Muslim 3447). Pemimpin seperti ini lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.
• Al-Quran menyebutkan dua model pemimpin. Keduanya pernah ada di negeri Mesir. Pertama pemimpin yang tahu diri dan menguasai negara untuk kemaslahatan rakyatnya. Al-Quran menyebutnya Al-Aziz. Karena menyadari tidak bisa memimpin negeri yang sedang menghadapi krisis ekonomi, ia rela lengser diri dan menyerahkan kepemimpinan kepada Nabi Yusuf as hingga negara terselamatkan. Ia lebih mengutamakan keselamatan rakyat dari sekedar mempertahankan jabatannya.
• Kedua, pemimpin yang tidak tahu diri, sombong dan menguasai negara untuk kepentingan dirinya saja, yaitu Firaun. Bahkan ia bersekongkol dengan Karun (pengusaha) dan Haman (teknokrat) untuk menindas rakyatnya. Ia tidak peduli rakyatnya menderita dan sengsara. Tetapi pemimpin model ini pasti jatuh atau ditenggelamkan Allah, sebagaimana Firaun ditenggelamkan di laut merah.
• Semog kita semua bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah yang disebutkan al-Quran, karena kisah-kisah itu disebutkan untuk diambil pelajarannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar