Minggu, 16 Agustus 2020
MENJEMPUT REZEKI, BERDOA DULU SEBELUM BERIKHTIAR
Sesungguhnya di antara nama-nama Allah yang indah adalah Ar-Razzaq, Yang Maha Memberi Rezeki. Dialah yang menanggung semua rezeki makhluk yang ada di semesta alam ini.
وَكَأَيِّن مِّن دَابَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS.Al-Ankabut: 60).
Jika binatang melata saja Allah yang menanggung rezekinya, apalagi manusia. Karena manusia adalah makhluk yang Allah muliakan. Allah dudukkan lebih mulia dari semua makhluk ciptaan-Nya. Tentu manusia lebih-lebih lagi Allah jamin rezeki untuk mereka.
Namun demikian, bukan berarti rezeki datang begitu saja tanpa usaha. Harus ada usaha nyata yang dilakukan untuk menjemput rezeki tersebut. Allah Ta’ala memerintahkan manusia untuk mencari rezeki.
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
(QS. Al-Mulk: 15).
Karena itulah, manusia bertebaran di muka bumi dalam rangka membuka pintu-pintu rezeki.
Menjemput rejeki Allah, bagi seorang mukmin akan "berdoa" lebih dahulu sebelum berikhtiar membuka pintu rejeki.
Jangan terbalik...keliru kalau berikhtiar dulu baru berdo'a.
Allah Ta’ala berfirman,
فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ
“Mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya.”
(QS.Al-Ankabut: 17).
Imam asy-Syafi’i rahimahullah mengingatkan,
أَتَهزَأُ بِالدُعاءِ وَتَزدَريهِ
*وَما تَدري بِما صَنَعَ الدُّعاءُ
Apakah kau meremehkan dan menganggap enteng doa. Kalian tidak tahu apa yang terjadi atas do'a itu
Banyak kaum muslimin dalam membuka pintu rezeki itu dengan berdoa, tapi mereka menjadikan doa adalah usaha terakhir.
Ini suatu kekeliruan
Semestinya yang dilakukan oleh seorang muslim adalah berdoa terlebih dahulu. Kemudian ikuti doanya itu dengan melakukan usaha nyata, untuk mendapatkan rezeki Allah.
Didahului dengan do'a pintu rezeki akan terbuka. Mereka menjaga takwanya kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Sholat adalah do'a. Mereka yang menjaga sholatnya,
Allah ta’ala berfirman,
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”
(QS.Thaha: 132).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar