Rabu, 27 Mei 2020
New normal di masa pandemi.
Mulai senin depan, 1 juni 2020, provinsi Jabar akan menerapkan konsep "new normal", diikuti oleh tiga provinsi lainnya, Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Gorontalo.
Meminjam definisi di kamus besar bahasa Indonesia, kata new normal dimaknai sebagai "adaptasi dengan keadaan". Ini artinya, dalam masa pandemi covid-19 menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, tidak berjabatan tangan, menjadi kewajiban yang tidak boleh dilanggar. Apabila ada yang melanggar dikenakan sangsi.
Pada masa ini, pelan-pelan kran ekonomi mulai dibuka, ditandai dengan peresmian pembukaan mal-mal oleh Presiden Jokowi, toko-toko dan jenis usaha lain perlahan dibuka. Masjid dan gereja dibolehkan untuk dimasuki jama'ah dalam rangka ibadah, sekolah-sekolah mulai dibuka, dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan covid-19. Slogan "berdamai dengan corona" mulai digalakkan. Indonesia akan perlahan mengarah kepada teori "herd immunity", siapa yang kuat dia yang akan menang. Seperti konsep "survival of the fittest".
Survival of the fittest, adalah sebuah teori keberlangsungan hidup mahluk yang paling fit. Sebuah frasa dalam teori evolusi untuk menyebut mekanisme seleksi alam. Frasa tersebut kini lebih sering digunakan dalam konteks lain, yaitu bahwa individu yang bugar atau fit akan lebih mungkin selamat menghadapi ujian corona daripada individu yang tidak bugar atau tidak fit. Dalam konteks ini, "fit" berarti "yang paling mudah beradaptasi dengan lingkungan pada masa kini,"
Herbert Spencer, seorang ahli evolusi, pertama kali menggunakan frasa ini, setelah membaca buku "On the Origin of the Species" karya dari Charles Darwin, dalam bukunya, Principles of Biology (terbit 1864). Di sana ia memaparkan perbedaan antara teori ekonomi dengan teori biologi Darwin, konsep yang Darwin sebut sebagai 'seleksi alam' yang berarti pelestarian ras terpilih dalam perjuangan bertahan hidup. Itulah yang disebut dengan "Survival of the fittest", sangat mirip dengan teori herd immunity.
Herd immunity atau kekebalan kelompok. Istilah ini sebenarnya bukan istilah baru dalam bidang medis, tetapi memang jarang diketahui oleh masyarakat awam, herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar orang dalam suatu kelompok telah memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu. Semakin banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, semakin sulit bagi penyakit tersebut untuk menyebar karena tidak banyak orang yang dapat terinfeksi.
Kekebalan tubuh bisa didapatkan secara alami oleh orang-orang yang berhasil sembuh dari penyakit infeksi tertentu. Setelah pulih dari suatu penyakit infeksi, tubuh akan memiliki antibodi untuk melawan kuman penyebab infeksi tersebut bila suatu saat kuman ini menyerang kembali.
Jadi, semakin banyak orang yang terinfeksi dan sembuh, semakin banyak juga orang yang kebal dan herd immunity pun akan terbentuk. Namun, terbentuknya herd immunity secara alami ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan risikonya juga tidak kecil.
Pembentukan herd immunity secara alami dengan membiarkan banyak orang terinfeksi virus Corona di Indonesia juga bukan sebuah cara yang bijak. Bagi suatu negara dengan lebih dari 300 juta jiwa seperti Indonesia misalnya, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai herd immunity. Bukan hanya itu. Karena covid-19 dapat berakibat fatal, jumlah korban jiwa akibat infeksi ini akan sangat tinggi bahkan sebelum herd immunity tercapai. Belum lagi, tidak sedikit jumlah orang di Indonesia yang rentan terhadap infeksi virus Corona, misalnya lansia atau orang dengan penyakit penyerta, seperti penyakit paru atau diabetes. Hal-hal itulah yang menyebabkan konsep herd immunity tidak bisa diharapkan untuk menyudahi pandemi COVID-19, sebelum ditemukannya vaksin untuk virus Corona.
(written by asmi diadaptasi dari berbagai sumber)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar