Social Icons

Kamis, 03 Oktober 2019

Belajar Adab

Fakhruddin Ar-Razi adalah seorang ulama besar dalam bidang ilmu tauhid, filsafat dan tafsir. Di mata siapapun ia adalah seorang ulama kharismatik.

Suatu hari seorang muridnya bernama Nassabah Ismail bin Husain al-Alawi mengunjunginya.
“Aku senang kalau kamu mau menulis sebuah kitab yang secara rinci mengupas tentang nasab keturunan Ali bin Abi Thalib. Aku akan mempelajari dan menghapalkannya,” kata ar-Razi.

Al-Alawi berhasil menulis kitab tersebut dan ia kemudian menyerahkannya kepada gurunya itu. Pelan-pelan ar-Razi turun dari kursinya lalu beralih duduk di atas tikar.
“Duduk di kursiku itu!” perintah ar-Razi kepada Al-Alawi.
Sejenak Al-Alawi kaget. Ia seperti tidak percaya apa yang baru didengarnya. Tentu saja ia menolak. Tetapi ia malah dibentak lebih keras.
“Aku bilang duduk di kursiku itu!”

Dengan ragu-ragu bercampur takut, Al-Alawi pun duduk di kursi seperti perintah gurunya. Selanjutnya ar-Razi mulai membaca tulisan muridnya sambil sesekali minta penjelasan jika ada yang tidak ia pahami. Selesai membaca ia berkata:
“Sekarang kamu boleh duduk di mana kamu suka. Tulisanmu itu adalah ilmu dan kamu tadi adalah guruku. Salah satu adab seorang murid adalah duduk bersimpuh di hadapan gurunya seperti tadi.” (Dikutip dari Kitab Al-Wafi bi Al-Wafyat oleh Ash-Shafadi)

Islam sangat menekankan adab dalam belajar menuntut ilmu. Bahkan kata Imam Malik, "Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu." Kata Ibnul Al-Mubarak, "Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.” Mengapa demikian? Karena kata Yusuf ibn al-Husain, "Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

Adab adalah sikap yang harus dibiasakan dan dibudayakan. Namanya membangun budaya, pertama harus dipaksa, lalu biasa dan akhirnya menjadi budaya. Jangan tinggalkan adab dalam menuntut ilmu. Sebab penyakit orang berilmu adalah sombong, jika tidak diiringi dg adab. Sedangkan kesombongan adalah penyakit warisan dari Iblis. Naudzu billah min dzalik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Kata-kata Bijak

Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudra yang tenang, tapi ia akan dilahirkan dari samudra yang penuh terpaan badai, gelombang dan topan. (D. Farhan Aulawi)

Bercita-citalah setinggi langit, karena kalaupun engkau jatuh, engkau masih duduk di antara bintang-bintang. (Anonim)

Banyak hal yang dapat diselesaikan dalam satu hari, sayangnya, hari itu kita perlakukan sebagai hari esok. (Anonim)

Manusia dapat hidup empat puluh hari tanpa makan, sekitar tiga hari tanpa air, sekitar delapan menit tanpa udara, tapi, hanya satu detik jika tanpa harapan. (Hal Lindsey)

Visi tanpa aksi seperti mimpi di siang bolong. Aksi tanpa visi adalah mimpi buruk. (Peribahasa Jepang).

Ketika muda, tidak ada bintang, tidak ada pacar, dan kalau gagal bisa mencoba terus. (Richard Branson)

Jika anda dapat memimpikannya, maka anda akan dapat melakukannya. (Walt Disney)

Sukses itu sulit, tapi lebih sulit lagi kalau tidak sukses. (Akbar Kaelola)

Sample Text

coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................

Sample Text

coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................coming soon....................................
 
Blogger Templates